Pemandangan berbeda cukup mencolok terlihat di Mapolwil Bojonegoro. Sejumlah polwan sudah mengenakan jilbab, dan bercelana panjang. Tak hanya polwan, pegawai sipilnya pun juga sudah berubah.
Salah satu perwira wanita yang sudah melaksanakan imbauan Kapolda Jatim Brigjen Pol Anton Bachrul Alam adalah Wakapolwil Bojonegoro AKBP Juansih. Mantan Kapolres Surabaya Timur ini langsung 'berubah' sehari setelah adanya imbauan dari kapolda.
Namun Juansih menyatakan bahwa imbauan yang disampaikan pimpinannya bukanlah sebuah kewajiban.Dan dirinya mengawali agar dicontoh anggota polwan lainnya. Dia mengaku telah mensosialisasikan imbauan itu kepada 130 Polwan jajaran Polwil Bojonegoro, antara lain di Polres Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Mojokerto, Jombang dan Kota Mojokerto.
"Tidak hanya Polwan yang sudah pakai jilbab, pegawai perempuan di sipil kepolisian juga sudah gunakan jilbab. Barangkali mereka malu dengan yang lainnya. Dengan pakai jilbab, kharisma perempuan semakin tinggi," kata Juansih saat ditemui detiksurabaya.com di Mapolwil, Jl Imam Bonjol, Bojonegoro, Kamis (5/3/2009).
Karena tampilan berubah itulah, konsekwensinya harus merogoh kocek lagi. Sebab tentunya ada biaya ekstra untuk membeli jilbab dan celana panjang. Begitupula baju yang tadinya lengan pendek, juga diganti lengan panjang.
"Kita mengeluarkan uang sendiri untuk miliki seragam yang sesuai dengan jilbab," jawab Juansih.
Pantauan detiksurabaya.com di ruang data yang tidak jauh dari pintu gerbang masuk Mapolwil Bojonegoro, duduk dua anggota Polwan yang sedang bertugas. Keduanya adalah Bripda Eva dan Brigadir Mega yang sudah berjilbab.
Keduanya mengaku senang dengan imbauan pimpinan atas pemakaian jilbab. "Perempuan memakai jilbab lebih tangguh dan tidak mudah berbuat dosa," kata Mega yang menyatakan ke-17 rekannya sesama polwan saat ini juga sudah berjilbab semua.
(gik/gik)
Sedikit bangga wajar bagi orang-orang Bojonegoro, Alhamdulillah Bu Wakapolwil "Sami'na wa atho' na" :
Semoga :
1. Hijabnya mampu menjadi penghalang untuk berbuat dosa dan maksiat;
2. Alangkah indahnya jika diperkenankan memakai rok panjang;
3. Apalagi kalo Pak Polisinya boleh "memelihara" jenggot...
InsyaAlloh, Polwilku indah dipandang... :)
Sekedar tulisan cah ndeso dalam berbagi emosi (senang, marah, sedih, benci) yang ingin di abadikan untuk di kenang anak cucu kelak..
Showing posts with label Bojonegoro. Show all posts
Showing posts with label Bojonegoro. Show all posts
05 March 2009
01 January 2009
Ditemukan Amplop Berisi Cek Miliaran Rupiah di Bojonegoro

Tadi pagi nggak sengaja nemu berita di forum sebelah, tentang judul diatas, ketika ngelihat treadnya udah suudzon duluan (Astaghfirulloh...) prasangkanya udah yang nggak-nggak, setelah dibaca-baca, eeeee.... kayaknya cuma orang iseng yang ingin menggegerkan kampungku.
Berikut ceritanya :
Siapa tak senang menemukan cek di jalan. Sesaat, pasti ada sebagian yang menganggapnya rejeki nomplok seperti halnya ketiban hadiah undian tanpa disangka-sangka. Apalagi nilainya miliaran rupiah seperti yang dirasakan seorang warga di Bojonegoro, Senin (29/12).Tuhkan, kayaknya kerjaan orang iseng, tapi bagaimanapun juga, jika aku yang nemuin salah satu cek tersebut, pasti sumringah juga Kang.. :)
Ia menemukan amplop berisi surat-surat berharga dan cek Bank BRI Cabang Manokwari, Irian Jaya Barat, bernomor 626719. Nilai uang yang tertera pada cek Rp 4,7 miliar. Dalam amlop juga terdapat surat tanah seluas 46.927 meter persegi untuk investasi atas nama Sekretaris Kabupaten Manokwari, A Lesnussa M.
Amplop juga berisi selembar surat izin umum perusahaan (SIUP) bernomor 01080/1.824.271 atas nama PT Mico Graha Parindo beralamat di Jalan Kertajaya Indah Timur, Surabaya atas nama Lumaksono Tri Sardjono dilengkapi nomor telepon 031-3551103 dan nomor telepon seluler 081 213 347 222.
Untung cek tersebut langsung dilaporkan ke polisi. Kepala Bagian Binamitra Kepolisian Resor Bojonegoro, Komisaris Kusen Hidayat yakin amplop tersebut merupakan modus baru kejahatan dengan menipu masyarakat. Dia mengimbau masyarakat tidak terperdaya apalagi menghubungi nomor yang dicantumkan meskipun diiming-imingi imbalan uang.
"Segera lapor polisi bila ada yang aneh, janggal dan mencurigakan," katanya. Tentu saja janggal sebab tak hanya satu amplop yang ditemukan. Sejauh ini polisi sudah mendapat laporan penemuan enam buah amplop serupa di Bojonegoro.
Amplop yang menggemparkan kali ini ditemukan warga Bojonegoro di dekat stasiun Bojonegoro, Jalan Patimura. Warga lain malah menemukan amplop di depan rumahnya, seperti warga Sumbang bernama Giarto dan Syamsudin.
Bahkan anggota Polres Bojonegoro Ajun Inspektur Satu Sunaryo juga menemukan amplop coklat ukuran kabinet saat sedang lari-lari kecil. Dia menemukan amplop coklat ukuran kabinet tanpa identitas di dekat mobilnya yang diparkir di Jalan Rajawali. Setelah dibuka berisi surat berharga dan cek senilai Rp 4,5 miliar. Ketika amplop itu dibawa ke Polres Bojonegoro ternyata ada beberapa amplop serupa yang ditemukan warga dengan isi sama persis.
Subscribe to:
Posts (Atom)